Standar Kecantikan Ternyata Dipengaruhi Oleh Ideologi Negara

beauty and ideology

Selama ini persepsi orang antara politik dan dunia kecantikan adalah dua dunia yang sangat berbeda. Rasanya sulit membayangkan politik suatu negara dapat mempengaruhi konsep kecantikan. Tapi menurut riset yang diadakan cut.com untuk proyek mereka 100 Years Of Beauty, terlihat jelas bahwa situasi politik negara sangat mempengaruhi standar kecantikan yang dipegang warganya. Hal ini tampak ketika mengerjakan video singkat yang membandingkan standar kecantikan Korea Utara dan Korea Selatan selama 100 tahun.

Di video tersebut sangat jelas perbedaan kecantikan antar dua negara. Korea Utara sebagai negara yang lebih tertutup dan resminya sebagai republik sosialis lebih menghargai perempuan  yang kuat, sehat, dan rajin bekerja. Menurut periset yang mengerjakan video tersebut mengatakan bahwa propaganda yang disebarkan pemerintah Korea Utara, perempuan digambarkan memakai pakaian pekerja, sederhana, ekspresi wajah gembira ketika bekerja. Perempuan Korea Utara diharapkan pemerintah setempat untuk rajin bekerja untuk menopang keluarga dan secara tidak langsung mendukung negara yang kuat (dalam masa perang), mengingat Korea Utara menghadapi masa-masa sulit seperti kekurangan pangan. Selain itu masyarakat Korea Utara dituntut loyalitas penuh terhadap negara dan pemimpin, tanpa banyak pertanyaan.
Hal ini sesuai dengan kondisi Rusia terutama ketika masih bernama Uni Soviet. Sebagai negara tertutup dan penganut paham sosialis, perempuan Rusia tidak mengenal konsep kecantikan seperti di Amerika Serikat. Negara lebih menghargai perempuan Rusia yang kuat, dan dalam propagandanya hal tersebut diwujudkan dalam sosok perempuan maskulin/androgini, kuat, dingin/tidak mengekspresikan emosinya, sederhana/tidak memakai atribut yang berwarna-warni apalagi glamour. Tak heran ketika mulai terbuka terhadap pengaruh barat/Amerika Serikat, iklan-iklan dan produk Amerika mulai membanjiri Rusia dan perempuan Rusia seperti terbuka matanya akan standar kecantikan ala kapitalis. Mereka mulai timbul keinginan untuk lebih langsing, mempunyai kulit lebih halus, rambut yang lebih feminin, make up warna-warni dan hasrat untuk memanjakan diri yang mana sebelumnya tidak terbayang tentang me time dan memanjakan diri sendiri seperti misal belanja baju untuk sendiri.
Dalam video tersebut tampak perempuan Korea Selatan dibandingkan dengan perempuan Korea Utara mempunyai standar kecantikan yang sangat berbeda. Korea Selatan yang lebih terbuka menerima pengaruh barat, standar kecantikannya sangat dipengaruhi tren dari negara barat dan pelahan mengembangkan ciri khas tersendiri yang menyebar ke seluruh dunia dan menginspirasi demam Korea. Selain itu bisa disimpulkan bahwa negara dengan konsep kapitalis dan berpandangan politik terbuka lebih menghargai feminitas perempuan, bahkan perempuan didorong untuk lebih feminin.
china communist era
Tak terkecuali di Cina. Sebagai negara dengan ideologi komunis dan relatif menutup diri dari barat, ternyata ketika mulai membuka diri terhadap luar terutama di bidang ekonomi, perempuan-perempuan Cina mulai mengembangkan keinginan menjadi ‘lebih barat’ dibanding sebelumnya. Misal, mata yang lebih lebar, kelopak mata lebih lebar, tulang pipi lebih tinggi, dan sebagainya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.